By : oEmaRdiE
Alkisah, seorang pemuda di suatu desa berkeinginan memelihara seekor burung merpati, karena menurut pemikirannya merpati ini mudah di pelihara, makan nya mudah dicari, tempat pemeliharaan nya juga mudah. Berpindah dari desa satu ke desa yang lainnya ia mencari burung merpati untuk di pelihara, namun tidak menemukan seekorpun. Hingga akhirnya ia pulang ke rumah.
Namun di tengah perjalanan tiba – tiba ia menemukan seekor burung kutilang yang terjatuh dari sebatang pohon, sayap burung kutilang itu patah sehingga burung itu hanya bisa berjalan saja, niatnya yang semula memelihara merpati jadi buyar karena menemukan seekor burung kutilang yang cantik namun patah sayapnya itu, dibawanya kutilang itu pulang kerumah dan dirawatnya perlahan lahan sayap kutilang yang cidera itu. Beberapa bulan berlalau ternyata sayap kutilang itu sembuh dan diapun senang karena bisa memelihara burung kutilang yang cantik.
Karena sulitnya mencari makanan, burung kutilang pelan pelan diajarinya akan roti dan akhirnya kkutilang yang cantik itu kini sudah mengkonsumsi roti sebagai makanan pokoknya. Pemuda ini merasa banngga memiliki burung kutilang yang ia pelihara dan bisa makan roti. Selang waktu berlalu, sang pemuda ini sadar jika dia tidak harus memelihara burung kutilang ini selamanya, karena tentunya sebelum ia temukan burung kutilang ini tentu sudah ada yang memilikinya atau burung kutilang ini lebih suka berada di hutan sebagai alam bebasnya.
Disuatu hari pemuda ini berniat mengembalikan burung kutilang ini ke sebuah hutan yang tak jauh dari rumahnya, perlahan ia lepas kutilang ini di sebatang pohon di pinggir hutan, ia pergi meninggalkan burung kutilang ini, namun tetap ia erhatikan di kejauhan akan apa yang diperbuat oleh burung kutilang itu, ternyata burung kutilang ini tidak bisa terbang selincah dulu lagi dan burung kutilang ini pun kelihatan lemas karena tidak bisa lagi memamkan makanan yang ada di hutan, ia sudah terbiasa makan roti yang diberikan oleh pemuda tadi.
Melihat sepeti itu akhirnya pemuda tadi mengambil kembali burung kutilang yang ia lepas dihutan itu dan dibawanya pulang kerumah. Burung kutilang telah hidup seperti biasa dengan makanan roti yang sudah tersedia jika ia merasa lapar dan ingin makan. Kehidupan pemudan dan burung kutilang kembali seperti biasa, hingga suatu hari sang pemda berkunjung ke rumah pamannya di desa sebelah, di rumah paman nya ia meihat ada beberapa ekor burung merpati dan ia teringat kembali akan keinginan nya memellihara merpati sebelum ia menemukna kutilang yang sekarang berada di rumahnya. Saking seriusnya pemuda ini melihat merpati yang berada di halaman, paman nya pun menganjurkan agar dia memelihara seekor merpati dirumahnya dan paman nya pun mengikhlaskan jika burung merpati itu ia bawa pulang kerumah, namun pemuda ini menolak karen dirumah nya sudah ada seekor burung kutilang yang cantik.
Waktu terus berlau, sesekali pemuda ini berkunjung kerumah paman nya di desa sebelah, dan tanpa sadar ia asyik bercengkrama denga burung merpati yang ada di halaman depan rumah paman nya. Namun tiapkali perasaan sukanya terhadap merpati tidak anggup ia utarakan kepada paman nya karena ia berpikir bahwa dirumah ia masih memiliki seekor burung kutilang yang cantik. Lama kelamaan sebuah pikiran menghantuinya, ia bermaksud ingin memelihara burung merpati yang ia idam – idam kan semenjak kecil dan juga memelihara burung kutilang yang sekarang masih ada dirumahnya.
Di suatu malam pemuda ini bermimpi, didalam mimpi ia bertemu kakek nya yang telah meninggal, kakeknya berkata ”cucu ku, pilihlah dan peliharalah hanya seekor burung saja yang kau inginkan ” dan setelah perkataan kakeknya tadi didalam mimpi yang sama ia juga bertemu dengan ibu nya yang kala itu duduk di samping kakek, dan ibunya juga berpesan ” wahai anak ku, ibu menyarankan agar engkau memilih atau memelihara burung merpati, karena dari kecil keinginan mu adalah memelihara burung merpati ” , keesokan paginya ia duduk di depan teras rumah dengan melihat ke arah burung kutilang dan sambil memikirkan burung merpati yang berada di rumah paman nya.
Pemuda ini bingung akan pilihan yang berikan oleh kakek dan ibunya di dalam mimpi, burung apakah yang harus ia pelihara. Ingin rasanya memelihara kedua burung kutilang dan merpati namun ia ingan akan pesan kakek nya bahwa hanya boleh memeihara satu burung saja, pilihan lainnya ia ingin memelihara merpati karena sudah di idam – idamkan nya dari kecil dan pemuda ini pun sangat berbakti kepada ibunya dan sebisa mungkin apapun keinginan ibunya ia laksanakan. Namun disisi lain bagaimana dengan burung kutilang yang sekarang ia pelihara, akankah ia lepaskan kutilang itu kehutan dan ia tinggalkan tanpa harus melihat kutilang itu dari jauh.
Disinilah rupanya iman sang pemuda itu diuji, dia membaca sebuah kitab agama yang ia anut. Disitu diajarkan bahwa ia harus pasrah akan ketentuan yang datang nya dari sang pencipta, walau ia diharuskan berusaha untuk memilih mana yang akan ia miliki, namun ia juga harus percaya akan jalan yang telah di gariskan untuknya.... kita do’akan saja semoga pemuda ini menemukan jalan yang membuat ia, keluarga dan sekeliling nya bahagia.
UMARDI
6 bulan yang lalu

0 komentar:
Poskan Komentar